9.12.08

Suara Merdu Qori'ah Itu Kutemukan Lagi



Dulu, ketika aku masih SMP tak sengaja kutemukan sebuah kaset sholawat bergambar background muslimah cilik dan barisan bocah-bocah santri pada foregroundnya. Aku senang bukan kepalang. Maklum, musik sholawat memang kegemaranku. Meski tak punya koleksi, aku sudah merasa cukup dengan koleksi kaset kang-kang di pondok tempat aku tholabul ilmi. Tak hanya kaset sholawat malah, ada juga kaset-kaset qori' nasional dan internasional.

Kubolak-balik kertas pembungkus kaset itu. Di sana tertera sekilas profil grup sholawat dan vokalisnya. Wow, luar biasa. Aku sungguh terkagum-kagum. Sekilas kubaca, vokalisnya adalah juara cilik MTQ nasional dan ... bahkan ia mendapat pengakuan dari pemerintah Mesir sebagai Ummi Kultsumnya Indonesia. Di kertas kasetnya terpampang gambar piagam dengan tulisan arab di atasnya. Subhanallah ... siapa sih qoriah cilik luar biasa ini? kubaca lamat-lamat namanya, MA...YA...DA...

Kuakui, aku jatuh cinta dengan suara Mayada saat mendengar lantunan nadanya saat melagukan syair-syair Ummi Kultsum. "Memang sangat pantas jika dijuluki sebagai Ummi Kultsumnya Indonesia," pikirku saat itu. Tapi sangat disayangkan, hanya saat itulah aku dapat menikmati suara indah Mayada. Karena kaset tersebut adalah kaset pinjaman, aku tak bisa berlama-lama menikmatinya. Dan hingga tamat SMP, masuk SMA, tamat SMA, masuk perguruan tinggi ... aku tak pernah lagi mendengar suara indahnya. Bila dihitung, sekitar delapan tahun aku tak mendengar nama Mayada.

Seperti biasa, hari ini aku iseng-iseng membuka folder share informatika yang berisi lagu-lagu. Kupilih yang kategori islami. Di dalamnya terdapat folder-folder lagi, macam-macam pula namanya, ada "Arabic Music and Video", "Arabic Song", "Asmaul Husna by feree", "HADDAD ALWI-The Way Of Love", "lagu-lagu islamiah", "Mayada", ... Belum sempat meneruskan membaca folder yang lain, aku tercenung dengan nama folder yang kubaca barusan.

Sudah berkali-kali aku sebenarnya membuka folder share musik. Setiap membaca nama folder ini, Mayada, aku awalnya tak ingin menyentuhnya. Tapi hari itu lain. Mayada? sekali lagi ku eja nama itu. Dan ingatan saat aku menemukan kaset di samping pintu asrama tempat sorogan di pondok itu pun samar-samar terbuka. Betulkah ini Mayada yang kasetnya kutemukan dulu? kubuka folder itu dan di sana tertera sederetan judul sholawat dalam format mp3. Aku masih tak percaya. Kucoba search bahwa nama yang kuingat sebagai Ummi Kulstumnya itu memang benar-benar Mayada.

Dengan tergesa kuputar file mp3 yang berjudul "Ya Badrotim". Dan ... oh ... suara khas itu ... benar-benar Mayada ... huhuhuhuhu. Akhirnya ... akhirnya ... suara indah qoriah cilik itu (dulu, sekarang ia sudah besar tentunya), Ummi Kultsumnya Indonesia, Umi Mayadah, alunan ghoyahnya kutemukan lagi.

4 comments:

Agus Mustofa, Taman Krakatau Blok E21 No.1, Waringinkurung, Serdang, said...
This comment has been removed by the author.
Agus Mustofa, Taman Krakatau Blok E21 No.1, Waringinkurung, Serdang, said...

Mas M. Abdurrahman Dzakiy mau tanya nih: Cara bikin "Readmore" di blogspot itu gimana ya Mas?

Matur nuwun sa' derengipon
http://agus-mustofa.blogspot.com/
Wong Blitar asli

Panduan Kaligrafi said...

Ada link untuk album Mayada di http://www.imeem.com/zihar/playlist/ophH_psS/mayada_music_playlist/

Anonymous said...

Assalamu 'alaikum,wah senang deh ketyemu sesama penggemar Mayada,salut buat Mas M. Abdurrahman Dzakiy atas perjuangan dan cintanya terhadap Mayada(lagunya).